Minggu, 05 Oktober 2014

Uapkan Penat di Dusun Bambu


Melepas segala kepenatan dan merelakannya menguap ke langit biru, menjadi tujuan yang kami usung di perjalanan ini. Petunjuk arah yang jelas dan medan yang mudah dijangkau membuat kami tidak perlu bersusah payah mencari lokasi yang dituju. Dusun Bambu. 


Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/orang dan sepeda motor Rp 10.000, kami pun siap bercengkrama dengan alam. Di pintu gerbang, kami disambut oleh para pasukan bambu yang menjulang tinggi. Dusun Bambu ternyata memiliki berbagai jenis tanaman bambu yang tumbuh dengan subur. Bambu-bambu tersebut tampak terus berupaya tumbuh kokoh meski harus menantang angin yang sering kali menggoyahkan akar mereka. Hal ini sungguh bisa menjadi refleksi tersendiri dalam memandang sebuah kehidupan. 

Seseorang sangat perlu memiliki mental yang kuat namun tetap harus fleksibel menghadapi berbagai tantangan seperti halnya bambu. Proses untuk menjadi lebih baik dan bijak perlu terus dipupuk dengan diiringi oleh kesabaran, ketekunan, dan kegigihan berjuang demi menemukan pintu kebahagiaan. Bambu perlu waktu bertahun-tahun untuk menguatkan akarnya sebelum siap memunculkan diri menjadi tunas. Begitu pula dengan kebahagiaan sejati yang niscaya tidak bisa diperoleh secara instan tanpa perjuangan.

Kesederhanaan bunga rumput yang tumbuh di sepanjang area Dusun Bambu juga mampu mengajarkan bahwa kebahagiaan itu bisa muncul dari hal yang paling sederhana. Salah satunya dengan hanya  memandang kecantikan si bunga rumput yang gemulai menari mengikuti dendang sang angin. Menyantap makanan-makanan dari Pasar Khatulistiwa sambil bercengkrama dengan si cantik bunga rumput menjadi sesuatu yang mengenyangkan perut sekaligus jiwa. Harga makanan yang 2x lipat daripada biasanya seakan terbayarkan saat perut dan jiwa terkenyangkan.


Kenangan masa kecil pun bisa di raih kembali di tempat ini dengan mencoba sensasi bermain ayunan. Kami hanya bisa merasakannya sejenak sensasi tersebut mengingat ada yang lebih berhak merasakannya. Anak-anak.


Selain menyediakan sarana bersepeda dan bermain di sungai ataupun di air terjun,  Dusun Bambu juga menyediakan sarana kemping. Semua perlengkapan kemping telah tersedia dan para pengunjung tinggal menikmati keseruan menghabiskan malam dalam pelukan hutan dan rangkulan pegunungan. Para pengunjung akan dilayani dengan sangat istimewa bak tamu di hotel bintang 5. Untuk memperoleh fasilitas yang sangat berkelas ini, para pengunjung tentu saja perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit.


Apabila pengunjung ingin merasakan bersantap di pinggir danau maka saung purbasari menjadi tempat yang sangat cocok. Terdapat beberapa saung yang bisa menampung hingga 12 orang. Saung ini juga dilengkapi oleh sofa-sofa yang sangat empuk. 


Keindahan suasana di pinggir danau menjadi salah satu daya pikat Dusun Bambu yang sayang untuk dilewatkan. Banyak pengunjung yang senang mengabadikan momen kunjungan mereka lewat bidikan kamera di tempat istimewa ini. Jika ingin merasa lebih puas, para pengunjung bisa menyewa perahu untuk menjelajahi setiap sudut danau sambil menyapa  para ikan yang sedang bermain.

http://www.dusunbambu.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar